MALANG-Bonus demografi seperti dua sisi mata uang, akan menjadi positif bila masyarakat bisa produktif. Namun sebaliknya akan menjadi negatif bila tak terkelola dengan benar.
“Bonus demografi membangun ekonomi kalau masyarakatnya produktif. Kalau tidak, kesenjangan melebar, pengangguran, kejahatan meningkat,” kata Chairman & CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) saat memberikan kuliah umum di Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA), Malang, Jawa Timur, Kamis (1/6).
Seperti diketahui, mayoritas penduduk Indonesia berusia muda. Jumlahnya bertumbuh sekitar 5 juta penduduk setiap dua tahun. Pertumbuhan penduduk tersebut harus diimbangi dengan bertumbuhnya pengusaha baru yang menciptakan lapangan kerja. Bila tidak, angka pengangguran semakin membengkak.
Hary mengatakan, membangun Indonesia harus dengan visi yang benar. “Selama menganut kapitalisme, sulit bagi kita mencapai kemakmuran,” ungkapnya.
Karena kapitalisme diterapkan terlalu cepat di saat masyarakat belum siap dalam hal pendidikan maupun kesejahteraan. Akibatnya, kesenjangan pun terjadi. Baik secara vertikal yaitu kesejahteraan masyarakat yang mapan dan belum mapan dan horizontal pembangunan daerah. Keduanya harus diselesaikan.
“Bangun kesejahteraan masyarakat dari bawah ke menengah, menengah ke atas agar lebih banyak kelompok produktif berkontribusi pajak. 2/3 APBN dari pajak,” tegas HT.
Selain itu, pembangunan daerah juga harus merata. Daerah harus dibangun agar bisa mandiri tidak disubsidi. Sehingga pusat memiliki dana untuk membantu pendidikan, kesehatan, rumah, pekerjaan masyarakat.
sumber:https://partaiperindo.com/?p=38873
DAFTAR PAYTREN SOLUSI BISNIS DIGITAL MASA DEPAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar